Minggu, 25 Desember 2011

Penyajian Makanan Kecil Khas Daerah

Penyajian makanan kecil khas daerah dapata disajikan sebagai pelengkap minum kopi atau teh dan dihidangkan untuk upacara adat. Misalnya:

1. Kue kering, yang disajikan untuk upacara adat adalah rengginan, emping, kembang goyang, kacang telur atau kacanga atom, dan kue semprong. Sedangkan untuk pelengkap minum teh misalnya marneng, kacang telur atau kacang atom, biskuit, enting-enting kacang dan sebagainya.



2. Kue basah yang disajikan untuk upacara adat adalah jadah, wajik, jenang (untuk lamaran). Untuk upacara sekaten biasanya menyajikan makanan kecil berupa apem dan jajan pasar. Tedak siti menyajikan hidangan berupa jadah, ketan kukus dengan enten-enten, dan bubur candil. Untuk ruwatan menyajikan jenang, wajik, jadah dan lepet. Sedangkan untuk pelengkap minum teh yaitu serabi, cara bikang, bikang ambon, wingko babat pukis dan sebagainya.

Disamping itu kue basah disajikan dengan kemasan daun yang berbentuk sudi (cenik, klepon), nagasari (sumpil). Tum untuk carang gesing dan pinjung untuk membungkus cantik manis. Jajan pasar terdiri dari kue basah, kue kering, buah-buahan, umbi-umbian, kacang-kacangan, bubur tujuh macam yang disajikan dalam anyaman bambu atau ancak atau tampah.


sumber : Fattah T. Boga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar