Senin, 30 Januari 2012

Aneka Wedang (minuman) Panas dari Jawa Tengah (I)

Minuman panas ini memang cocok untuk disajikan saat musim dingin atau ketika pagi hari, bisa juga diminum di malam hari. Mungkin pada beberapa tempat ada yang kesulitan untuk menemukan jenis minuman ini karena ini adalah minuman khas daerah. Solusinya hanya dengan membuatnya sendiri, tentu saja harus mengetahui bahan dan cara pembuatan dari minuman tersebut. Berikut beberapa minuman yang dilengkapi bahan serta cara pembuatannya yang dapat digunakan referensi. Selamat mencoba.


1. Wedang ronde


 Bahan :
- Tape ketan
- Kacang tanah
- Kolang kaling
- Air jahe (gula + sereh + jehe + cengkeh)

 Cara membuat :
- Air jahe direbus sampai aroma terasa.
- Tepung ketan dibuat bulatan dan diisi dengan kacang tanah tumbuk dan gula pasir yang utuh-utuh tabur.
- Kolang kaling direbus diiris memanjang untuk isi.
- Sajikan dalam mangkuk dengan sendok bebek atau tesi dan dalam keadaan panas.


2. Wedang Cemoe


Bahan :
- Roti tawar
- Kacang tanah
- Kelapa muda
- Air jahe atau wedang jahe

Cara membuat :
- Kacang tanah direbus dan dikupas kulit arinya.
- Roti tawar dipotong dadu.
- Kelapa muda diserut.
- Sajikan dalam mangkuk yang dilengkapi dengan sendok tesi.


3. Wedang sekoteng


Bahan :
- Air jahe
- Sagu
- Mutiara
- Tangkwe (manisan bligo)

Cara membuat :
- Mutiara direbus sampai matang
- Kacang tanah direbus dan dikupas kulit arinya
- Semua isi dimasukkan dalam mangkuk yang diberi alas lepek



4. Wedang bajigur


Bahan :
- Santan
- Kopi
- Sirup
- Gula merah
- Kolang kaling
- Kelapa muda

Cara membuat :
- Santan, kopi, sirup dan gula merah direbus dan disaring
- Kolang kaling diiris memanjang dan direbus
- Kelapa muda diseruk
- Masukkan semua isi ke dalam mangkuk dan tuang dengan air santan

1 komentar:

  1. Halo teman-teman mohon bantuannya ya.. sekarang ini saya sedang mencoba untuk membuat wedang ronde, tapi ada beberapa kendala yang sampai sekarang saya masih belum tau apa sebabnya. Beberapa kendalanya seperti berikut ini:
    1. Terkadang bulatan pecah saat direbus
    2. Terkadang bulatan pecah saat diisi kacang(saat dibulat-bulat) (Adonan cepat kering meskipun sudah ditutup kain basah)
    3. Bila masih ada sisa ronde yang saya simpan maka bulatan menjadi sangat keras meskipun sudah direbus kembali
    4. Bagaimana cara untuk menyimpan ronde bila masih sisa? dan bagaimana agar bisa adonan lembut saat digigit? (tidak keras)
    5. Apakah pemberian campuran gula jawa pada bulatan kacang mempengaruhi kekerasan bulatan ronde? 6. Apakah ronde bisa disimpan lebih dari 1 hari?? Bila dapat bagaimana caranya?
    7. Apakah adonan yang sudah dibulatkan dan diisi kacang tetapi belum direbus apakah bisa disimpan dan bila direbus apakah sama rasanya bila dibuat secara langsung tanpa disimpan? bagaimana caranya??
    8. Apakah penggunaan tepung kanji yang terlalu banyak berpengaruh terhadap kerasnya bulatan(Semakin keras atau lembek)?

    BalasHapus